PEDOMAN.id – Hubungan bilateral Indonesia dan Kazakhstan di bidang pengelolaan air dan perubahan iklim global semakin diperkuat melalui kunjungan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Air, Retno Marsudi, ke Kazakhstan.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, menyatakan bahwa Indonesia menjadi standar terbaik bagi Kazakhstan dalam memperluas, mematuhi, serta melaksanakan komitmen dan kerja sama internasional di bidang pengelolaan dan penyelamatan air.
“Hal ini salah satunya ditunjukkan oleh kesuksesan The 10th World Water Forum di Bali pada Mei 2024 yang diikuti oleh 160 negara dan 2.000 delegasi, termasuk Duta Besar Kazakhstan Khusus untuk Air, Zulfiya Sulaimenova, dan Perdana Menteri Tajikistan, Kokhir Rasulzolda,” ujar Dubes Fadjroel melalui keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).
Forum Air Dunia tersebut turut mengantarkan Retno Marsudi menjadi Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Air.
“Kazakhstan menyambut Ibu Retno Marsudi dengan sangat antusias. Beliau berdiskusi langsung dengan Presiden Kazakhstan, Kassym Jomart Tokayev, yang direncanakan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2026 ini,” tambah Dubes Fadjroel.
Dalam kunjungan tersebut, Retno Marsudi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kazakhstan, Yermek Kosherbayev, dan Duta Besar Kazakhstan Khusus untuk Air, Zulfiya Sulaimenova.
“Kunjungan ini sangat memperkuat hubungan bilateral Kazakhstan dan Indonesia, khususnya untuk isu air dan manajemen perubahan iklim global,” tutup Dubes Fadjroel, yang sebelumnya menjabat sebagai Juru Bicara Presiden Joko Widodo periode 2019–2021. (ndr/red)













