RI-Kazakhstan Matangkan Persiapan Kunjungan Kenegaraan Presiden Tokayev Juli 2026

PEDOMAN.id – Pemerintah Indonesia dan Kazakhstan terus mematangkan persiapan kunjungan kenegaraan Presiden Kazakhstan Kassym Jomart Tokayev yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Hal ini mengemuka dalam serangkaian pertemuan diplomatik yang dilakukan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M. Fadjroel Rachman, dengan sejumlah pejabat tinggi Indonesia.

Dubes Fadjroel Rachman menyampaikan kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI, Anies Matta bahwa persiapan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu Forum Politik, Forum Bisnis, dan Forum Budaya.

“Untuk itu saya telah bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Menteri Kebudayaan, serta Menteri Komunikasi dan Digital. Rencananya, setelah pertemuan dengan Pak Wamenlu, saya akan bertemu dengan Menko Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto,” ujar Dubes Fadjroel dalam kunjungan kerja di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Kunjungan kenegaraan ini, lanjut Dubes Fadjroel, diharapkan tidak hanya menjadi simbol persahabatan kedua negara, tetapi juga memberikan dorongan politik signifikan bagi perluasan kerja sama di sektor-sektor strategis.

“Beberapa bidang yang menjadi sorotan utama meliputi perdagangan, investasi, energi, mineral, industri halal, ekonomi digital, hingga dialog antaragama,” ungkapnya.

Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Anies Matta mengapresiasi atas laporan mengenai kemajuan hubungan Indonesia – Kazakhstan di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, perdagangan, dan investasi, hingga kolaborasi kedua negara di bidang social keagamaan.

“Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, Kazakhstan saya percaya dapat menjadi mitra strategis Indonesia di masa depan, khususnya untuk mendorong integrasi yang lebih dalam Indonesia dengan Dunia Islam,” ungkap Wamenlu, Anies Matta.

Saat ini, lebih dari 20 rancangan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian tengah digodok oleh kementerian dan lembaga terkait dari kedua negara. Beberapa dokumen kunci yang ditekankan antara lain Nota Kesepahaman tentang Konsultasi Bilateral antara Kementerian Luar Negeri, MoU di bidang Digital, MoU Energi, serta Perjanjian Promosi dan Perlindungan Investasi Bersama.

Sebelumnya, kunjungan kerja Wakil Menteri Luar Negeri Kazakhstan, Alibek Bakayev, ke Jakarta juga telah membahas isu-isu kerja sama bilateral serta multilateral dalam kerangka PBB dan OKI. (ndr/red)