Dubes Fadjroel Rachman dan Gubernur Pramono Anung Perkuat Kolaborasi Strategis Jakarta dengan Kazakhstan – Tajikistan

PEDOMAN.id – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan, M. Fadjroel Rachman, terus menggalang sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung untuk membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas, khususnya dengan kawasan Asia Tengah. Pertemuan strategis antara kedua tokoh ini menjadi fondasi bagi rencana kemitraan kota kembar (sister city) dan berbagai kolaborasi konkret lainnya.

Dialog Kolaborasi Jakarta – Kazakhstan

Dalam silaturahmi yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Selasa, 25 Maret 2025, Dubes Fadjroel Rachman mengatakan bahwa pada pertemuan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menghasilkan dialog kolaboratif yang fokus pada peluang besar di Kazakhstan dan Tajikistan. “KBRI Astana senantiasa mengajak berbagai pihak di level pemerintah baik pusat maupun daerah, perguruan tinggi, komunitas, pelaku usaha dan media untuk berkolaborasi memajukan diplomasi Indonesia di negara akreditasi,” ujar Dubes Fadjroel di Balai Kota, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis yang bertujuan memperkuat hubungan bilateral di bidang ekonomi, investasi, pariwisata, perdagangan, pendidikan, teknologi, digital, ekonomi kreatif, hingga kebudayaan. Fokus utama yang dihasilkan dari pertemuan tersebut antara lain:

Pertama, Forum Bisnis Jakarta – Astana dan Almaty: Rencana penyelenggaraan forum bisnis untuk mendorong investasi dan perdagangan langsung antara pengusaha Jakarta dengan mitra mereka di Kazakhstan .

Kedua, Festival Budaya Betawi: Rencana penggelaran festival untuk memperkenalkan kekayaan budaya Betawi ke kancah internasional, tepatnya di Astana dan Almaty, sebagai bentuk pemajuan kebudayaan .

Ketiga, Kunjungan Kerja Gubernur DKI ke Kazakhstan: Rencana kunjungan Gubernur Pramono Anung ke Astana dan Almaty untuk menindaklanjuti kerja sama yang telah dirancang .

Keempat, Promosi Pariwisata: Selain Bali dan Labuan Bajo, Jakarta akan dipromosikan secara masif sebagai destinasi wisata unggulan bagi wisatawan dari Kazakhstan dan Tajikistan .

Data terbaru menunjukkan bahwa hubungan diplomatik Indonesia dengan kedua negara ini menunjukkan tren positif. Hingga Oktober 2024, tercatat 17.113 wisatawan asal Kazakhstan dan Tajikistan berkunjung ke Indonesia, melampaui target tahunan KBRI Astana. Perdagangan bilateral Indonesia dengan Kazakhstan pun mencapai 351,5 juta dolar AS (sekitar Rp5,7 triliun) pada periode Januari-Oktober 2024, sementara dengan Tajikistan mencapai 1,5 juta dolar AS (sekitar Rp24,3 miliar), meningkat lebih dari 50 persen .

Peluang Sister City dan Tindak Lanjut Kerja Sama

Salah satu poin penting yang mengemuka adalah rencana penjajakan kerja sama sister city antara Jakarta dengan Astana ataupun Almaty. “Kami sangat berharap bisa sister city dengan Arizona, dan semangat yang sama juga kami bangun untuk peluang kerja sama dengan kota-kota di Kazakhstan,” ujar Gubernur Pramono, merefleksikan komitmen Jakarta untuk menjalin kemitraan setara dengan kota-kota global .

Dubes Fadjroel menekankan bahwa momentum ini semakin strategis dengan akan segera difinalisasikannya Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU), serta bergabungnya Indonesia ke dalam kerangka kerja sama ekonomi multilateral BRICS pada tahun 2025. “Ini adalah peluang besar yang harus ditangkap bersama,” tegasnya.

Selain itu, dalam perkembangan terpisah di Tajikistan, Dubes Fadjroel baru saja menjajaki investasi strategis senilai USD2 miliar atau setara Rp32,59 triliun untuk pengolahan alumina. Pertemuan dengan Perdana Menteri Tajikistan, Qohir Rasulzoda, di Dushanbe pada akhir Mei 2025 juga membahas potensi kerja sama pengolahan minyak sawit sebagai green product serta kolaborasi teknologi pembangkit listrik tenaga air (hydro-electric) yang dapat mendukung proyek PLTA di Kalimantan Utara, yang akan menjadi tulang punggung energi bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) .

Dengan sinergi antara Dubes Fadjroel Rachman dan Gubernur Pramono Anung, kolaborasi antara Jakarta dan Kazakhstan tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi telah memasuki tahap perencanaan konkret yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. “KBRI Astana menjalankan Pentahelix Diplomacy untuk menyukseskan visi dan misi yang diberikan oleh Presiden RI dan Menteri Luar Negeri RI, dengan melibatkan semua pemangku kepentingan,” pungkas Dubes Fadjroel. (ndr/red)