Semester I 2022, Krakatau Steel Bukukan Laba Rp1,17 Triliun

  • Bagikan

PEDOMAN.id – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., mencatatkan laba sebesar US$78,65 juta atau setara dengan Rp1,17 triliun pada Semester I 2022. Peningkatan kinerja ini berbarengan dengan peringatan HUT ke-52 Tahun perusahaan milik BUMN.

“Setelah mencatatkan laba di awal tahun 2022, Semester I 2022 ini Krakatau Steel kembali meningkatkan kinerjanya. Laba Semester I 2022 ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan laba Semester 1 Tahun 2021 yang sebesar US$33,02 juta atau setara dengan Rp490,7 miliar. Ini adalah hadiah terbaik di hari ulang tahun Krakatau Steel,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (2/9/2022).

Di sisi pendapatan, di Semester I 2022 Krakatau Steel juga mencatatkan peningkatan pendapatan menjadi sebesar US$1,34 miliar atau setara Rp19,88 triliun, meningkat 27% dari pendapatan Krakatau Steel di Semester I Tahun 2021 yang sebesar US$1,05 miliar atau setara dengan Rp15,68 triliun.

Seiring dengan peningkatan laba dan pendapatan, EBITDA Krakatau Steel juga meningkat 5,9% menjadi sebesar US$91,0 juta di Semester I 2022 dari sebelumnya sebesar US$85,9 juta di Semester I 2021.

Silmy juga menambahkan bahwa volume penjualan Krakatau Steel meningkat 10% menjadi sebesar 1.098.000 ton di Semester I 2022 dari sebelumnya sebesar 995.000 ton di periode yang sama tahun lalu.

“Ekuitas Krakatau Steel juga mengalami kenaikan 13% dari menjadi sebesar US$587 juta hingga Juni 2022 dari sebelumnya sebesar US$522 juta di Desember 2021,” lanjut Silmy.

Hingga 30 Juni 2022 ini juga terjadi peningkatan aset Krakatau Steel sebesar 4% menjadi sebesar US$3,89 miliar dari sebelumnya US$3,74 miliar di 31 Desember 2021.

suai dengan tema HUT ke-52 tahun Krakatau Steel, Continuing Positivity, kinerja Krakatau Steel meneruskan tren positif dari kinerja sebelumnya di 2021. Kami yakin ke depan Krakatau Steel akan makin tangguh, makin sehat, menjadi perusahaan BUMN yang memberikan kontribusi terbaiknya untuk kemajuan industri baja nasional,” tutup Silmy. (adm)

  • Bagikan